TB Hasanuddin Kritik Keras Pengibaran Bendera One Piece: Tak Etis dan Langgar UU

TB Hasanuddin Kritik Keras Pengibaran Bendera One Piece: Tak Etis dan Langgar UU

galleonnewsonline.com – Menurutnya, tindakan tersebut tidak etis dan berpotensi melanggar Undang-Undang. Pengibaran bendera One Piece oleh sejumlah penggemar anime dinilai tidak pantas dilakukan dalam momen sakral seperti HUT RI.

TB Hasanuddin, yang merupakan mantan perwira TNI dan anggota Komisi I DPR, menyampaikan bahwa simbol negara harus dijaga kehormatannya. Ia menilai, membawa atau mengibarkan bendera fiksi seperti milik bajak laut dalam anime One Piece saat upacara kenegaraan mencederai nilai nasionalisme. Selain itu, ia menekankan pentingnya memahami konteks dan norma budaya Indonesia.

Di sisi lain, tindakan tersebut menuai perdebatan di media sosial. Sebagian warganet menganggapnya bentuk ekspresi kreatif, namun banyak pula yang mendukung kritik TB Hasanuddin. Meskipun begitu, polemik ini membuka diskusi penting tentang batas antara kebebasan berekspresi dan penghormatan terhadap simbol negara.

Menurut TB Hasanuddin, tindakan tersebut dapat melanggar Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Ia menyebut bahwa acara resmi kenegaraan tidak boleh dicampuradukkan dengan elemen hiburan, apalagi yang berasal dari luar budaya nasional.

Kemudian, ia mengimbau panitia dan masyarakat untuk lebih bijak dalam menyelenggarakan upacara kenegaraan. Pemerintah daerah pun diharapkan lebih tegas dalam mengawasi kegiatan seremonial agar tidak menyalahi aturan.

Singkatnya, TB Hasanuddin menegaskan bahwa pengibaran bendera One Piece saat perayaan kemerdekaan merupakan tindakan yang tidak patut. Ia berharap masyarakat dapat lebih memahami pentingnya menjaga nilai-nilai kebangsaan.

📌 Baca Juga : UNICEF Ungkap Krisis Gaza: 28 Anak Meninggal Setiap Hari, Dunia Diminta Bertindak